Translate

Kristen, Mau Dibawa Ke Mana?

Seringkali kita mendengar cerita-cerita bahwa para pemeluk Kristen, khususnya para misionaris, dengan segala cara berusaha keras mengajak umat Islam supaya meninggalkan agamanya untuk kemudian ganti memeluk agama Kristen. Menurut keyakinan mereka Kristen adalah agama yang benar, sementara agama Islam adalah ajaran palsu, yang sudah tentu salah.

Lalu, sebagai pemeluk Islam tentu saja kita pun tertarik untuk bertanya: "Lalu, di manakah sebenarnya letak kebenaran Kristen itu?"

Ini pertanyaan yang wajar saja, sebab masing-masing dari kita tentu ingin mengetahui kriteria-kriteria apa saja yang seharusnya dapat dijadikan bukti bahwa suatu ajaran itu benar atau salah. Berdasarkan itu pula dengan sendirinya nanti kita akan sepakat - atau tidak sepakat - untuk memastikan bahwa andaikata suatu agama dianggap gagal memenuhi kriteria-kriteria yang paling masuk akal, maka sudah selayaknyalah ia ditolak sebagai pegangan hidup dan mati bagi seluruh umat manusia.

Berikut adalah fakta dan sebab-sebab yang menunjukkan alasan kuat mengapa justru agama Kristenlah yang seharusnya ditolak oleh siapa saja yang mau dan dapat dengan baik menggunakan akal sehatnya.

KONSEP KETUHANAN
Ajaran Kristen menekankan bahwa Allah terdiri dari tiga oknum, yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus. Tetapi ketiga Tuhan ini bukan terdiri atas tiga sosok, melainkan hanya satu. Kita mulai dari sini, bagaimana kira-kira logika berfikir anda menerimanya?

Terlebih lagi, bila anda tahu bahwa salah satu dari sosok-sosok Tuhan ini, yaitu Yesus, konon menurut kepercayaan umat Kristen adalah Tuhan Allah itu sendiri. Tapi di sisi lain ia juga dianggap sebagai manusia biasa. Persis sama seperti kita yang akan sibuk cari makanan kalau merasa lapar, buru-buru lari ke kamar kecil kalau perut terasa mules, jatuh tertidur saat terkena tiupan angin sepoi-sepoi ketika berperahu di atas danau, tidak tahu kapan datangnya musim buah, melampiaskan kemarahan pada sebatang pohon yang tidak salah apa-apa, bahkan ketakutan setengah mati ketika didatangi oleh Malaikat (yang semestinya) adalah makhluk ciptaannya sendiri. Nah. baru sampai di sini saja, bagaimana pula kira-kira logika berfikir anda menerimanya?

Berikut hanya sebagian kecil dalil yang mendukung hujah manusia (lemah) yang menjadi Tuhan, atau Tuhan (lemah) yang menjadi manusia itu:

Matius 4 ayat 5
"Kemudian daripada itu iblispun membawa Yesus ke Negeri Suci, lalu diletakkannya Jesus di atas bumbung Baitullah."

Wajarkah Tuhan yang disembah dan dimuliakan oleh manusia dibawa-bawa oleh Iblis yang dilaknat dan dikutuk oleh-Nya sendiri malah tunduk dan patuh saja kepada kemauan Iblis yang membawanya ke sana ke mari? Wajarkah Iblis berani berhadapan dengan Allah?

Matius 27 ayat 1-2
"Setelah hari siang, maka segala ketua imam dan orang-orang tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan dia, maka diikat dia serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus, iaitu Wakil Pemerintah."


Wajarkah Tuhan diikat, diseret-seret, lalu diadili sesuka hati oleh manusia? Di manakah sifat Maha Kuasa pada diri Tuhan sehingga ia tidak sanggup melawan dan pasrah begitu saja pada kejahatan manusia?

Lukas 2 ayat 21
"Apabila genap delapan hari, ia disunat, lalu disebut namanya Yesus."


Wajarkah Tuhan disunat (dikhitan) kemaluannya seperti manusia biasa? Apa perlunya Tuhan disunat? Jika Tuhan disunat berarti Tuhan juga memiliki hawa nafsu untuk kepuasan seks.

Matius 26 ayat 2
"Anak manusia akan diserahkan supaya disalibkan.

Yang dimaksudkan dengan anak manusia ialah Yesus dan dari ayat ini jelas sekali bahwa Yesus bukanlah anak Tuhan, melainkan anak manusia. Ini hanya salahsatu saja dari demikian banyak pertentangan antara konsep kepercayaan ajaran Kristen yang menyatakan bahwa bahwa Yesus adalah anak Tuhan melawan ayat-ayat lain yang menegaskan bahwa Yesus adalah anak manusia.

Matius 5 ayat 45

"Supaya kamu menjadi anak Bapamu."

Ayat ini menekankan bahwa barangsiapa taat kepada perintah Tuhan, maka menurut Yesus mereka akan menjadi anak Tuhan. Dan masih banyak ayat-ayat yang mengandung makna seperti ini dapat dijumpai di dalam Injil, yang dengan sendirinya jelas menunjukkan bahwa Yesus bukanlah satu-satunya anak Tuhan.

Matius 7 ayat 21
"Bukan tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan syurga, tetapi orang-orang yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di syurga."


Alkitab sendiri jelas-jelas menunjukkan bahwa Yesus menolak orang-orang yang menganggap dirinya sebagai Tuhan atau menyerunya sebagai tuhan, malah menurutnya orang-orang yang menyeru dirinya sebagai Tuhan itu yang justru tidak akan masuk kerajaan syurga.

Jika Yesus benar-benar Allah, mengapa dia dilahirkan oleh seorang manusia? Adakah Yesus keturunan Tuhan? Wajarkah ilmu pengetahuan lahir atau bathin manusia menerima kenyataan bahwa Tuhan dikandung dalam rahim, dilahirkan, dan dibesarkan oleh manusia? Wajarkah ilmu pengetahuan eksak atau yang abstrak sekalipun menerima hakikat ini?

PERTENTANGAN DALAM ALKITAB
Wajarkah sebuah kitab yang dianggap suci dan datang dari Allah mempunyai banyak kekeliruan dan keanehan di dalamnya? Mari sama-sama kita perhatikan penjelasan berikut.

Tidak ada Ulama dan tokoh ilmuan
Dalam Kristen tidak ada Ulama - atau yang menyerupainya - Tokoh Ilmuan, atau Tokoh Panutan yang dapat menguraikan secara jelas segala sesuatu tentang ajaran agama Kristen sekaligus menetapkan tafsir dan makna yang jelas atas ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab. Kita semua tahu bahwa kekuatan sesuatu ajaran agama sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh para Ulama yang mempertahankan kebenaran ajaran tersebut.

Ketiadaan tokoh-tokoh agama di dalam ajaran Kristen melambangkan ajaran tersebut ketandusan ilmu pengetahuan dan penghuraian lanjut tentang peranan seterusnya yang harus dimainkan oleh ajaran Kristen. Agama Kristen hanya menyediakan para mubaligh untuk berdakwah menyeru manusia ke arah agamanya tetapi tidak mampu melahirkan manusia yang benar-benar profesional dan berkualiti terhadap konsep kepercayaan tersebut. Sepatutnya di sana perlu sekali penjelasan lanjut tentang konsep agama, konsep ketuhanan, konsep dakwah atau lain-lain lagi yang mampu dihuraikan oleh para ulama Kristen. Merekalah yang bertanggungjawab menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan manusia seharian dan menyelesaikannya dengan baik dan kemudian memandu mereka ke jalan yang benar. Tetapi hakikatnya ajaran Kristen tidak bermaya melahirkan tokoh ilmuan dalam agamanya dan tidak pula mampu mengluarkan ulama yang berperanan, sebagaimana yang berlaku di dalam ajaran Islam, seolah-olah ajaran tersebut menyekat budaya berfikir dan kebebasan mengeluarkan idea.

Konsep Ijtihad, Tajdid dan Mujaddid
Setiap ajaran memerlukan ide-ide pembaharuan atau tajdid untuk mengemaskinikan lagi ajaran agama. Maksud pembaharuan atau tajdid ini bukannya mencipta suatu bentuk ajaran lain dalam agama atau mengubahsuai ajaran agama atau mengada-adakan suatu ideologi dalam agama, tetapi apa yang dimaksudkan ialah suatu pembaharuan yang membaik-pulih ajaran agama yang telah lama ditinggalkan oleh para penganutnya atau membetulkan segala kesilapan dan kesalahan yang dilakukan oleh para penganutnya dengan menilai semula apa yang sepatutnya yang dituntut oleh ajaran agama.

Di dalam ajaran Kristen tidak wujud sama sekali konsep tajdid yang mencetuskan idea ijthad terhadap sesuatu perkara yang tidak terdapat dalam nas atau dalam Kitab Suci, justeru ianya memerlukan suatu bentuk pemikiran yang tidak melanggar ketentuan syarak dan tidak terkeluar dari batas-batas agama. Konsep ijtihad ini kadang-kadang bergantung kepada keadaan dan sesuatu tempat sebagai kesesuaian untuk masyarakat supaya tidak membebankan mereka di dalam mengendalikan ajaran agama.

Ajaran Islam telah ramai melahirkan tokoh ijtihad dalam masalah fiqh seperti Imam Syafie i, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali dan lain-lain lagi yang telah banyak memberi sumbangan kepada keharuman ajaran Islam. Juga wujud tokoh-tokoh mujaddid yang membawa pembaharuan dalam agama seperti Sheikh Mohamed Abduh, Jamaluddin Al-Afghani, Hassan Al-Banna, Syed Qutb dan lain-lain lagi. Mereka banyak memberi sumbangan kepada ajaran Islam melalui hasil tulisan tangan mereka.

Manhaj Kehidupan Yang Tidak Jelas
Ajaran yang syumul dan komprehensif mestilah mempunyai manhaj kehidupan yang jelas dan teratur. Manhaj tersebut meliputi semua aspek kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Ajaran Kristen tidak mengatur dengan jelas tentang manhaj kehidupannya untuk diprogram kepada para penganutnya, tetapi yang dititik-beratkan ialah masalah ketuhanan dan meninggalkan unsur-unsur yang berbentuk keduniaan. Dalam masalah ketuhanan, ajaran Kristen hanyalah menyentuh tentang pendekatan diri kepada Tuhan dan kepercayaan tentang hari kemudian, tetapi tidak sekali-kali menyentuh tentang konsep kekuasaannya, konsep peribadatan dari aspek ;rububiyyah atau uluhiyyah , tidak pula membahaskan tentang sifat-sifat ketuhanan, perbuatannya dan perkara-perkara yang berkaitan dengan Zat-Nya. Oleh itu, dari aspek tersebut terdapat kepincangan yang harus diselesaikan.

Dalam masalah peribadatan atau konsep amalannya pula, ajaran Kristen tidak menggariskan batas sempadan halal-haram sesuatu perkara, yang mana harus dibuat dan yang mana harus ditinggalkan dan bagaimana pula sesuatu perkara ataupun sesuatu benda itu dianggap halal atau haram? Dan di dalam ajaran Kristen juga tidak terdapat pun suatu kaedah yang menunjukkan bagaimana struktur ibadat itu terbina.

Keadaan seumpama ini tidak cukup untuk kesempurnaan hidup manusia. Bahkan manusia memerlukan bekalan yang lebih untuk perjalanan hidupnya di hari esok dan hari-hari seterusnya.

Tiadanya Contoh Masyarakat Kristen
Ajaran Kristen tidak mempunyai suatu model bagaimana dakwah yang disampaikan itu dapat membentuk suatu perubahan kepada manusia dan membimbing mereka ke arah masyarakat yang kolektif. Ajaran Kristen tidak pernah menggariskan bagaimana rupa bentuk masyarakat yang mau diwujudkan dan ke arah mana mereka mau membawa masyarakat tersebut. Tidak ada contoh masyarakat Kristen untuk dijadikan cermin perbandingan kepada umat manusia dan adakah konsep pengasingan diri atau konsep pertapaan mau diwujudkan dan kemudian dijadikan suatu masyarakat untuk dihayati? Kalaulah itu yang mereka maukan, nescaya jumudlah pemikiran manusia, punahlah nilai kemanusiaan dan hakikat kehidupan.

Tetapi Islam mempunyai model masyarakatnya tersendiri tanpa dicampur-adukkan dengan mana-mana unsur atau mana-mana agama, sebagaimana yang telah dibina oleh Rasulullah s.a.w. di Madinah yang berjaya menyatu-padukan para penduduk Madinah yang sebelum ini tidak pernah bersatu dan mengeratkan lagi hubungan persaudaraan iman, sekalipun mereka tidak diikat dengan ikatan tali perkahwinan ataupun keturunan.

Perpecahan Dalam Mazhab
Agama Kristen terbahagi dalam beberapa mazhab yang saling bermusuhan di antara satu sama lain. Perkara ini berlaku di eropah apabila wujudnya pertelingkahan dan perbalahan di antara kumpulan-kumpulan penganut ajaran Kristen menyebabkan mereka berpecah dan menubuhkan kumpulan masing-masih. Mereka semua adalah orang-orang Kristen tetapi mengelarkan diri mereka dengan nama khas, seperti Katolik Roma, Protestan, Orthodoks, Anglican dan Methodist. Orang-orang Kristen dari sekte Katolik Roma mengakui Pope di Rom sebagai ketua agama mereka.

Sewaktu timbulnya mazhab Protestan di Eropah yang diasaskan oleh Martin Luther, pihak gereja Katolik telah bangkit menentang pengikut-pengikut mazhab tersebut dengan segala kekuatan yang ada. Sejarah penekanan manusia telah melihat beberapa peristiwa penyembelihan yang ngeri, di antaranya ialah Penyembelihan Paris yang terjadi pada 24hb Ogos 1572 M di mana pihak Katolik telah menjemput para pengikut mazhab Protestan sebagai tetamu mereka di Paris untuk mencari penyelesaian supaya dapat diselaraskan beberapa pertentangan dan Perbedaan pendapat di antara kedua-dua mazhab. Akan tetapi pihak mazhab Katolik telah mengambil kesempatan ini dengan menyerang para pengikut mazhab Protestan dan membunuh mereka sewaktu mereka sedang tidur. Setelah berlakunya peristiwa tersebut, datanglah bertalu-talu ucapan tahniah kepada Raja Charles XI daripada Pope dan daripada raja-raja Katolik serta para pembesarnya. Tetapi yang anehnya, apabila pihak Protestan memperoleh kekuatan, mereka pula bertindak liar dengan melakukan keganasan terhadap pihak Katolik dan sebenarnya Protestan tidak kurang liarnya kalau dibandingkan dengan pihak Katolik (Utusan Malaysia, 17 April 1997). Luther pernah menegaskan kepada para pengikutnya bahwa Siapa di antara kamu yang boleh membunuh, mencekik leher dan menyembelih sama ada secara sulit atau terang, maka bunuhlah, cekiklah dan sembelihlah mereka para petani yang memberontak itu dengan sepuas-puas kamu. (Dr Ahmad Syalabi, Al Masihiyyah | Malaysia).
Kesimpulan
Inilah hakikat ajaran Kristen yang ingin disampaikan oleh para misionaris kepada umat Islam. Inikah agama, yang serba kekurangan baik dari segi intelektual maupun dari segi etika dan moral, yang ingin ditukar-ganti dengan Al-Islam yang suci? Sekali-kali tidak! Kebenarannya terserlah, bahwa ajaran Kristen adalah ajaran yang rapuh yang mengajak penganutnya ke arah kemunduran dan keganasan. Hanyalah Islam agama Allah yang diperakui untuk anutan umat manusia seluruhnya, dan hanyalah Islam yang dapat menyelamatkan manusia dari lembah kehinaan. 

Firman Allah SWT:
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku redhai AL-ISLAM itu menjadi agamamu."  (Surah Al-Maidah (5):3)

[Sumber: FAKTA]

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar