Translate

Sekilas Tentang Para Jurutulis Nabi Muhammad Saw


Dalam menjalankan roda pemerintahan, Nabi Muhammad SAW  dibantu oleh beberapa orang sekretaris yang memiliki spesifikasi tugas masing-masing. Merekalah yang menata dan mengelola seluruh aktifitas dan masalah-masalah kesekretariatan dalam pemerintahan Rasululullah  sekaligus menjadi penyambung lidah maksud Rasulullah  kepada Raja-Raja yang diajak untuk masuk Islam. Sistem kesekretariatan yang dibentuk oleh Rasulullah  ini kemudian diadopsi oleh banyak negara di berbagai belahan dunia hingga kini.

Berikut beberapa di antara nama-nama yang membantu Rasulullah:


Ia termasuk orang yang terdahulu memeluk agama Islam dari kalangan Anshor, dan termasuk peserta Baiat Aqabah kedua. Beberapa peperangan telah diikutinya termasuk perang Badar. Kepiawaiannya membaca Al-Quran membuat ia dijuluki Aayyidul Qurra`

Ubay bin Ka`ab memiliki pengetahuan istimewa dalam membaca dan menulis. Ia juga orang pertama yang menuliskan wahyu di hadapan Rasulullah selain Ali bin Abu Thalib dan Usman bin Affan.

Ubay bin Ka`ab juga orang pertama yang memulai pembubuhan nama di akhir tulisannya.

2. JUHAIM IBNU ASH - SHALT BIN MAKHRAMAH

Para ulama  berbeda pendapat tentang kapan Juhaim masuk islam. Juhaim mengenal tulisan semenjak ia masih jahiliyyah. Setelah masuk islam ia menulis surat menyurat untuk Rasulullah. Ia juga seorang pencatat harta hasil sedekah bersama Az Zubair ibnu Awwam.

3. HANZHALAH BIN RABI'

Hanzhalah adalah sekretaris utama Rasulullah. Ditangannya dipercayakan stempel milik Rasulullah. Panggilan yang sering lekat padanya adalah al-Qatib (sekretaris). Ketika itu keterampilan tulis menulis di kalangan umat Islam masih minim. Hanzhalah tak pernah menyimpan harta dan makanannya lebih dari tiga hari.

Hanzhalah ikut dalam perang Qadisiyah, kemudian pindah di kuffah. Pada perang Jamal ia membelot dari pasukan Ali Ra, setelah itu ia bermukim di Qarqasiya dan wafat pada masa pemerintahan Mu`awiyah.


Khalid adalah orang yang pertama keluar dari Mekkah dan Hijrah ke Habasyah bersama istrinya Umaimah. Ia masuk islam setelah Abu Bakar Ra. di Habasyah. Khalid adalah orang yang berusaha keras untuk mengadakan rekonsiliasi  antara Rasulullah dengan penduduk Thaif. Khalid adalah orang pertama yang menulis lafadz "Bismillahirrahmanirrahim", dan termasuk orang-orang pilihan yang menulis Mushaf Al-Quran.

Setelah Rasulullah wafat, Khalid undur diri dari jabatannya. Ia mati syahid dalam perang di masa pemerintahan Abu Bakar melawan  orang-orang murtad pada Tahun 14 H.


Baca Juga
Rasulullah menyuruh Zaid belajar bahasa Yahudi dan menguasainya hanya dalam waktu dua pekan. Zaid juga menguasai bahasa Persia, Romawi dan Hanasyah. Zaid juga termsuk yang dipercaya oleh Rasulullah untuk menulis wahyu dan surat untuk Raja-Raja. Zaid juga tangan kanan Rasulullah dalam menulis ayat-ayat Al-Quran dan menulis mushaf-mushaf  pada masa Usman bin Affan. Di samping kemahirannya dalam tulis menulis, ia menguasai ilmu Faraid dan menjadi orang pertama yang meyusun buku Faraid (Hukum Waris).


Ia lahir dari keturunan al-Azd berkulit hitam dan bersetatus budak dari Thufail bin Abdullah bin Sakhbarah. Amir termasuk mereka yang paling awal memeluk Islam. Ia sempat disiksa karena keislamannya.

Dalam kitab Musnad al-Imam Ahmad Rahimullah disebutkan bahwa ia adalah sahabat yang menulis surat jaminan keamanan bagi Suraqah bin Malik al-Madlaji atas perintah Rasulullah. Suraqah berkata, "Aku meminta kepada beliau untuk menulis surat jaminan keamanan untuk ku. Kemudian beliau menyuruh Amir bin Fuhairah." Amir pun menuliskan di sehelai kain kulit yang disamak.

Amir bin Fuhairah ikut berperang dalam perang Badar dan perang Uhud. Pada perang Bi`ir Ma`unah ia syahid terbunuh, tetapi jasadnya tidak ditemukan di antara korban.


Ia adalah sosok lelaki yang bertaqwa dan bersih. Rasulullah sangat percaya kepada Abdullah. Hal ini terbukti ketika beliau menyuruh Abdullah menuliskan surat kepada beberapa orang Raja. Rasulullah tidak minta dibacakan lebih dahulu tapi langsung menyetempelnya.

Abdullah memegang pos khusus sebagai penulis dokumen yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak seperti prihal kabilah, perairan, peranan kaum Anshor, hutang piutang, dan transaksi lainya, disamping tugasnya sebagai penulis surat kepada Raja-Raja.

Ia menjadi penulis di zaman Abu Bakar, dan berganti peran di masa pemerintahan Umar bin Khaththab saat mana ia mendapat tugas untuk mengurusi Baitul Maal hingga masa pemerintahan Usman bin Affan. Ia meninggal di masa pemerintahan Usman.


Ia adalah seorang ahli ibadah selain keterampilannya sebagai seorang penulis yang piawai berbahasa Suryani. Ia senantiasa menuliskan apa yang didapat dari Rasulullah. Ia melakukan itu guna menghafal apa pun yang dicontohkan oleh Rasulullah namun orang Quraisy melarang perbuatannya, dengan alasan bahwa Rasulullah hanya manusia biasa yang berbicara kala marah mau pun senang.

Rasulullah kemudian memerintahkan kepada Abdullah untuk melanjutkan kebiasaanya tersebut   dengan bersabda "Tulislah Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidak keluar perkataanku (berupa ucapan) kecuali benar!"

Setelah itu Abdullah menulis Hadits-hadits Rasulullah dan menamakan shahifahnya dengan Ash-Shadiqah yang di kemudian hari dilengkapi menjadi Musnad Ahmad Ibn Hanbal.



[Sumber: Suara Hidayatullah]   

Posting Komentar

3 Komentar